Profitable Trader menurut Dealer (Bagian Ke-2)

TF Surabaya Artikel 0 Comments

Konsisten Trading dengan 1 Strategi

Kita bisa menjadi profitable trader dengan konsisten menggunakan 1 strategi trading. Pergunakan sifat greedy kita untuk menghasilkan profit dengan membentuk team trader.

Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas bahwa profitable trader memiliki level greedy yang tinggi. Bahkan, Warren Buffett menyarankan untuk greedy saat yang lain fearful. Pertanyaannya, “Bagaimana cara menjadi profitable trader dengan greedy? Kebanyakan trader justru margin call karena greedy.”

Sebenarnya, kesalahan yang dilakukan oleh trader adalah tidak berani cut loss. Kita harus ingat bahwa trader yang berani cut loss, ditakuti oleh dealer. Ibarat kita menjual pakaian. Saat tren fashion berubah, kita harus “cuci gudang” semua stok pakaian yang tersisa. Dalam sektor riil, kondisi bisnis tersebut merupakan cut loss. “Apa yang mendasari kita untuk cut loss?” Karena kita tidak mau merugi lebih banyak. Dengan kata lain, kita harus cut loss saat market berubah dari sideways ke trending—begitu juga sebaliknya.

.

.

Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh trader—terutama bagi pemula—adalah selalu berganti-ganti strategi trading. Padahal, dealer takut kepada trader yang hanya menggunakan 1 strategi trading saja. Trader yang fokus pada 1 strategi akan menunggu momen yang sesuai, bukan mencari-cari momen untuk entry market. Sehingga, trader bisa menghasilkan profit yang konsisten.

Profitable Trader (Bruce Lee' Quote)
Bisa dibilang, dealer ibarat Bruce Lee yang mengatakan, “I fear not the man who has practiced 10.000 kicks once, but I fear the man who had practiced one kick 10.000 times.”

Setiap trader di Trader Family hanya menggunakan salah satu dari 2 strategi original yang diajarkan di workshop TF Campus, yaitu:

  • Teknik Ranging untuk menghasilkan profit saat market sideways.
  • Teknik Breakout untuk menghasilkan profit saat market trending.

Traders Family bisa menghasilkan profit rata-rata US$67.302,531 per tahun sejak 2011 karena setiap trader fokus pada 1 strategi saja.

Sebagai trader, kita harus paham bahwa ada saat di mana sebuah strategi trading akan mengalami bulan kerugian. Misalnya, bila strategi trading Anda untuk karakter ranging (sideways) akan loss saat market sedang trending. Begitu juga sebaliknya. Seperti teknik Ranging akan loss saat trend berubah dari sideways menjadi trending. Sedangkan, teknik Breakout akan loss saat trending berubah menjadi sideways.

Saat loss, kedisiplinan kita akan diuji. Apakah kita akan berganti-ganti strategi trading? atau kita akan tetap disiplin menggunakan 1 strategi trading?

Tentunya, bagi dealer, trader yang profitable akan tetap disiplin dengan 1 strategi trading.

 

1 Berdasarkan portofolio trading Traders Family pada 2011–2017.


Dapatkan update artikel terbaru dari kami ke email Anda,
setiap minggunya dengan mengisi form di bawah ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *