Kisah Sukses Dari 0: Mereka Hidup Dari Trading

TF Surabaya Artikel 0 Comments

“Penghasilan, Kebebasan dan Keasyikan –
Trading for living” – Tito Hayunanda

CEO Traders Family – Tito Hayunanda telah melakukan trading for living sejak 7 tahun terakhir ini. Sebagai Founder Traders Family – perusahaan yang bergerak di bidang konsultan bagi para calon investor pasar forex – ini memulai karirnya sebagai tenaga pemasaran di sebuah broker yang berbasis di Hong Kong.

Tak Menyukai Bekerja Kantoran

Ia mengaku tak menyukai bekerja kantoran. “Saya ini dulu gamer addict banget. Gamer itu selalu ingin mengalahkan game yang dimainkannya. Jadi trading ini seperti game yang harus dimenangi,” ujarnya.

Kisah sukses dari nol Tito Hayunanda dimulai sejak 3 November 2011 saat pertama kali trading dengan dana sekitar US$ 10 ribu, hingga Tito telah berhasil membukukan return rata-rata 18% per bulan. Namun tak hanya untung, rugi pun pernah dialaminya. Profit awal sebesar Rp 170 juta, ludes, hanya dalam satu jam. “Setelah itu saya nggak keluar kamar dua minggu,” katanya mengenang sambil tertawa.

Ia menjelaskan soal kedisiplinan selama bertrading.

Kalau rugi ya kita harus berani cut loss. Jangan sampai selalu berharap pasar berbalik arah, tidak cut loss dan akhirnya malah rugi banyak. Dulu kan saya tidak cut loss, kalau rugi saya inject dana lagi
Tito Hayunanda

Bagi Tito, trading ini merupakan keasyikan tersendiri. Sebab, dapat dilakukan dari mana saja, tidak membutuhkan jam kantor, dan yang pasti dapat menghasilkan uang.

Jadi Trader Ga bisa Setengah-setengah

“You have to commit it,” kata Tito ketika ditanya soal keseriusan bertrading. Tito bahkan menceritakan, salah seorang rekannya yang terbilang sangat “berada” pernah melakukan trading saat terjadi Tsunami di Jepang, dan dengan percaya diri langsung membuka posisi buy di mata uang Yen dengan nilai 10 lot besar alias US$10 ribu.

Namun, selanjutnya pergerakan pasar malah turun, sehingga ia terpaksa menunggu arah pasar berbalik. “Teman saya itu memiliki posisi open hingga 350 lot besar, dananya sempat floating sampai Rp 2,3 miliar dan dia menunggu arah pasar berbalik selama 7 bulan sebelum akhirnya untung Rp 1, 8 miliar. Tapi setelah itu dia tidak mau trading lagi.

Dia tidak menganggap bisnis ini bisnis yang bagus, karena menurut dia dananya sempat tergerus hingga Rp 2, 3 miliar. Kerugian itu tidak direalisasikan, tapi keuntungannya hingga Rp 1,8 miliar,” tuturnya.

Pelaku pasar yang trading dengan dana besar seperti itu tidak-lah sedikit. Para konglomerat banyak aktif di bursa berjangka. Mereka tidak segan untuk merekrut trader professional demi mengelola dana pribadi mereka di pasar forex, indek ataupun komoditas.

Tips dan Trik Melakukan
Trading forex, Indeks dan Komoditas

  • Mulailah dulu dengan dana yang Anda rasa berharga sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Saat ini nasabah dapat membuka akun mini dengan hanya Rp 5 juta dan trading dengan lot mini senilai US$ 100.
  • Memilih perusahaan pialang berjangka yang menunjukkan transparansi, dan kejelasan soal berbagai aturan yang diterapkan
  • Memilih perusahaan berjangka yang menyediakan sistem yang baik (chart yang benar dan tidak terindikasi menipu nasabahnya).
  • Saat trading, untuk memastikan tidak terjadi manipulasi dari perusahaan pialang, trader/investor dapat mengecek sistem lain yang menunjukkan pergerakan pasar secara real time, misalnya Bloomberg.
  • Lakukan trading saat suasana hati sedang senang.
  • Calon nasabah sebaiknya berhati-hati terhadap perusahaan pialang yang banyak memberikan tawaran menggiurkan tetapi tidak jelas, seperti besaran komisi yang bisa dinegosiasikan atau bahkan modal dapat dikembalikan, dll.
  • Memiliki perencanaan trading, seperti berapa keuntungan yang ditargetkan, risiko yang bersedia ditanggung, dan tentukan stop loss.
  • Jika ingin mengejar profit saat adanya momen tertentu, tetap harus menganalisa secara benar.

*Dimuat di majalah SWA edisi Maret 2014

Temukan broker yang dijamin aman dan
telah banyak direkomendasikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *